SAKIT GIGI SAAT PESAWAT TURUN KENALI BARONDONTALGIA PADA PILOT DAN AIRLINE CREW.
Ditulis oleh drg. Grace Prasetyo, Invisalign Diamond Provider | Invicenter
Bagi pilot dan airline crew, berada di dalam pesawat adalah bagian dari rutinitas pekerjaan. Namun, lingkungan penerbangan juga membuat tubuh mengalami kondisi yang berbeda dibandingkan ketika berada di darat, termasuk perubahan tekanan udara selama pesawat naik dan turun.
Salah satu keluhan yang mungkin muncul adalah sakit gigi yang terasa tiba-tiba ketika pesawat mulai turun. Kondisi ini bukan sekadar kebetulan. Dalam dunia kedokteran gigi penerbangan, nyeri gigi yang berkaitan dengan perubahan tekanan udara dikenal sebagai barodontalgia.
Menariknya, systematic review yang diterbitkan pada 2026 dan secara khusus meninjau kasus pada professional aircrew menemukan bahwa kejadian barodontalgia paling banyak dilaporkan saat pesawat mengalami descent atau penurunan ketinggian.
Prevalensi yang dilaporkan antara penelitian memang cukup bervariasi, sekitar 6% hingga 55%, karena adanya perbedaan populasi dan definisi kasus pada masing-masing penelitian
Lalu, mengapa perubahan tekanan udara bisa membuat gigi terasa sakit? Dan jika seseorang yang bekerja sebagai pilot atau airline crew juga ingin merapikan susunan giginya, bagaimana Invisalign bisa menjadi bagian dari pembahasan ini?
Mengapa Gigi Bisa Sakit Saat Pesawat Turun?
Ketika pesawat terbang pada ketinggian tertentu, tekanan udara di dalam kabin berbeda dibandingkan tekanan udara di permukaan tanah.
Perubahan tekanan ini dapat memicu nyeri pada gigi yang memiliki kondisi patologis tertentu. Pada gigi yang sehat, perubahan tekanan umumnya tidak menyebabkan keluhan berarti. Namun, apabila terdapat kondisi seperti karies, masalah pada pulpa, gangguan pada jaringan di sekitar ujung akar, atau kondisi gigi tertentu lainnya, perubahan tekanan dapat berkaitan dengan munculnya rasa sakit.
Inilah yang dikenal sebagai barodontalgia, yaitu nyeri pada area gigi atau mulut yang berkaitan dengan perubahan tekanan lingkungan.
Tinjauan mengenai aviation dentistry juga menjelaskan bahwa masalah gigi yang berkaitan dengan penerbangan dapat mencakup dental barotrauma dan barodontalgia. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan gigi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh aircrew.
Yang menarik, bukan hanya fase ketika pesawat sedang naik yang perlu diperhatikan.
Systematic review terbaru pada professional aircrew menunjukkan bahwa kejadian barodontalgia lebih banyak dilaporkan ketika pesawat turun.
Pada sebagian laporan, nyeri akut tersebut juga disertai sakit kepala atau gangguan konsentrasi sementara.
Karena pilot dan airline crew bekerja dalam lingkungan yang membutuhkan perhatian dan komunikasi yang baik, rasa sakit yang muncul selama penerbangan tentu bukan sesuatu yang ideal untuk diabaikan.
Apa yang Bisa Menjadi Penyebabnya?
Barodontalgia tidak selalu berarti seseorang memiliki satu jenis masalah gigi tertentu.
Kondisi yang berkaitan dengan nyeri gigi selama perubahan tekanan dapat melibatkan beberapa masalah gigi, termasuk karies, gangguan pada pulpa, masalah jaringan di sekitar ujung akar, maupun restorasi gigi tertentu.
Pada salah satu studi mengenai aircrew militer, misalnya, kasus barodontalgia ditemukan berkaitan dengan berbagai kondisi seperti pulpa yang vital atau mengalami inflamasi, nekrosis pulpa, masalah periapikal, dan kondisi sinus.
Artinya, ketika seseorang mengalami sakit gigi berulang saat terbang, terutama jika keluhan muncul berkaitan dengan perubahan ketinggian, jangan langsung menganggapnya sebagai sakit gigi biasa.
Pemeriksaan dokter gigi tetap diperlukan untuk mencari penyebabnya.
Justru di sinilah pemeriksaan gigi secara berkala menjadi penting bagi seseorang yang sering terbang.
Mengapa Pilot dan Airline Crew Perlu Lebih Memperhatikan Kesehatan Gigi?
Bagi seseorang yang jarang terbang, sakit gigi mungkin terasa seperti masalah yang bisa ditangani ketika sudah kembali ke darat.
Namun bagi pilot dan airline crew, penerbangan merupakan bagian dari pekerjaan sehari-hari. Mereka dapat mengalami perubahan tekanan kabin berulang, memiliki jadwal kerja yang tidak selalu sama, serta harus tetap menjalankan tugas selama berada di udara.
Karena itu, kondisi gigi yang sebenarnya sudah bermasalah sebaiknya tidak dibiarkan sampai menimbulkan keluhan ketika sedang bertugas.
Literatur mengenai aviation dentistry menekankan pentingnya pemeriksaan berkala serta penanganan masalah gigi pada aircrew untuk membantu mengurangi kemungkinan munculnya masalah gigi selama penerbangan.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan gigi bagi pilot dan airline crew bukan hanya mengenai senyum yang terlihat rapi. Ada aspek kenyamanan, kesehatan, dan kesiapan menjalankan pekerjaan yang juga perlu diperhatikan.
Bagaimana dengan Susunan Gigi dan Komunikasi?
Selain kesehatan gigi, ada hal lain yang cukup dekat dengan pekerjaan pilot dan cabin crew: komunikasi.
Pilot perlu berkomunikasi melalui berbagai sistem komunikasi penerbangan, sedangkan cabin crew berinteraksi langsung dengan penumpang selama penerbangan. Karena itu, kemampuan berbicara dengan jelas menjadi bagian penting dalam pekerjaan mereka.
Hal ini menjadi menarik ketika dikaitkan dengan perawatan menggunakan clear aligner.
Penelitian yang secara khusus mengamati pasien Invisalign menemukan bahwa penggunaan aligner dapat mempengaruhi artikulasi beberapa bunyi konsonan. Dalam penelitian tersebut, bunyi /z/ merupakan salah satu yang paling terdampak, diikuti oleh /s/.
Namun, bukan berarti setiap orang yang menggunakan Invisalign pasti akan mengalami gangguan bicara yang menetap.
Systematic review mengenai clear aligner dan kemampuan bicara menemukan bahwa perubahan artikulasi memang dapat terjadi pada sebagian pasien, tetapi kualitas bukti penelitian yang tersedia masih tergolong rendah dan terdapat perbedaan hasil antarpenelitian.
Dengan kata lain, pada awal penggunaan aligner, seseorang mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan keberadaan alat di dalam mulut.
Bagi pilot atau cabin crew yang pekerjaannya sangat bergantung pada komunikasi verbal, hal ini justru menjadi salah satu hal yang baik untuk diketahui dan dibicarakan bersama dokter sebelum memulai perawatan.
Lalu, Mengapa Invisalign Bisa Menjadi Pilihan?
Setelah masalah kesehatan gigi diperiksa dan ditangani, seseorang mungkin juga memiliki kebutuhan lain: merapikan susunan gigi.
Di sinilah perawatan menggunakan clear aligner seperti Invisalign dapat menjadi salah satu pilihan ortodonti yang dapat dipertimbangkan.
Invisalign menggunakan rangkaian aligner transparan yang dirancang untuk menggerakkan gigi secara bertahap berdasarkan rencana perawatan. Perkembangan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan perawatan menggunakan sistem ini.
Bagi seseorang yang pekerjaannya banyak bertemu orang dan membutuhkan penampilan profesional, karakteristik aligner yang relatif tidak terlihat dapat menjadi salah satu pertimbangan.
Namun, keputusan menggunakan Invisalign tetap tidak bisa hanya didasarkan pada profesi atau keinginan untuk memiliki senyum yang lebih rapi.
Kondisi gigi, susunan gigi, hubungan gigitan, kesehatan jaringan pendukung gigi, serta tujuan perawatan perlu diperiksa terlebih dahulu oleh dokter.
Jadi, Invisalign bukanlah perawatan untuk mencegah barodontalgia.
Jika terdapat gigi berlubang, infeksi, masalah pulpa, atau kondisi lain yang berpotensi menyebabkan sakit gigi ketika terjadi perubahan tekanan, masalah tersebut tetap perlu ditangani sesuai diagnosis dokter.
Kesehatan gigi tetap menjadi fondasi sebelum memikirkan bagaimana gigi akan dirapikan.
Sering Terbang? Jangan Lupakan Kebersihan Gigi
Rutinitas pilot dan airline crew yang dinamis juga dapat membuat kebiasaan sehari-hari berubah.
Jam makan tidak selalu sama, waktu istirahat dapat bergeser, dan penerbangan panjang dapat membuat rutinitas menjaga kebersihan gigi menjadi lebih menantang.
Jika menggunakan clear aligner, kebersihan gigi tetap perlu menjadi perhatian.
Gigi perlu dibersihkan dengan baik sesuai anjuran dokter, dan aligner juga perlu dirawat sesuai instruksi penggunaannya.
Clear aligner bukan berarti seseorang bisa lebih santai terhadap kebersihan gigi.
Sebaliknya, kedisiplinan dalam menjaga kebersihan gigi dan menggunakan aligner sesuai instruksi merupakan bagian penting dari perjalanan perawatan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Memulai Invisalign?
Bagi pilot atau airline crew yang memiliki jadwal penerbangan padat, waktu memulai perawatan sebaiknya dibicarakan bersama dokter.
Jadwal penerbangan, kebutuhan kontrol, kondisi gigi, serta rencana perawatan dapat menjadi bagian dari pertimbangan.
Hal yang paling penting adalah memastikan kondisi gigi dan jaringan pendukungnya sudah cukup sehat untuk menjalani perawatan ortodonti.
Jadi, sebelum bertanya:
“Berapa lama sampai gigi saya rapi?”
pertanyaan yang lebih penting adalah:
“Bagaimana kondisi gigi dan gigitan saya saat ini, dan apakah Invisalign merupakan pilihan yang sesuai untuk saya?”
Setelah dokter melakukan pemeriksaan, barulah rencana perawatan dapat dibuat berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.
Ingin Melihat Gambaran Senyum Setelah Invisalign?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul sebelum memulai perawatan adalah:
“Kalau gigi saya sudah lebih rapi nanti, senyum saya akan terlihat seperti apa?”
Pertanyaan ini sangat wajar.
Melalui simulasi senyum Invisalign, Anda dapat melihat gambaran perubahan dari kondisi senyum saat ini menuju simulasi hasil perawatan yang direncanakan.
Simulasi bukanlah jaminan bahwa hasil akhir akan terlihat persis sama, karena hasil perawatan dapat dipengaruhi oleh kondisi biologis, respons gigi, kepatuhan penggunaan aligner, serta faktor klinis lainnya.
Namun, gambaran tersebut dapat membantu Anda memahami kemungkinan arah perubahan senyum sebelum berdiskusi lebih lanjut dengan dokter.
Untuk Anda yang ingin cek simulasi senyum dan konsultasi Invisalign di Jakarta Selatan, Anda dapat melihat simulasinya di sini:
Simulasi Senyum Invisalign, Jakarta Selatan
Bagi Anda yang berada di BSD/Serpong, Tangerang, Anda juga dapat melihat simulasi senyum dan berkonsultasi melalui:
Simulasi Senyum Invisalign, BSD/Serpong Tangerang
Berapa Harga Invisalign?
Setelah mengetahui seperti apa kemungkinan perubahan senyum, pertanyaan berikutnya biasanya adalah mengenai biaya.
Harga Invisalign tidak selalu sama untuk setiap orang.
Biaya perawatan dapat dipengaruhi oleh kondisi gigi, kompleksitas kasus, serta rencana perawatan yang dibutuhkan. Karena itu, harga dari satu kasus tidak selalu dapat dijadikan patokan untuk kasus lainnya.
Jika Anda ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai harga Invisalign, Anda dapat melihatnya di sini:
Dengan mengetahui informasi biaya sejak awal, Anda dapat memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum melanjutkan ke tahap konsultasi.
Senyum yang Rapi Dimulai dari Gigi yang Sehat
Bagi pilot dan airline crew, kesehatan gigi memiliki cerita yang sedikit berbeda.
Perubahan tekanan udara selama penerbangan dapat berkaitan dengan munculnya barodontalgia, terutama ketika pesawat mengalami descent.
Karena itu, pemeriksaan gigi secara rutin dan penanganan masalah gigi sebelum terbang merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan gigi bagi seseorang yang sering berada di udara.
Sementara itu, jika susunan gigi ingin dirapikan, Invisalign dapat menjadi salah satu pilihan perawatan ortodonti yang dapat dibicarakan bersama dokter.
Namun keduanya tetap memiliki tujuan yang berbeda.
Menangani masalah kesehatan gigi adalah prioritas. Merapikan susunan gigi adalah bagian lain dari perjalanan perawatan.
Pada akhirnya, setiap senyum memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.
Jadi, sebelum memikirkan seperti apa senyum Anda nantinya, mungkin langkah pertama yang paling sederhana adalah mengetahui terlebih dahulu bagaimana kondisi gigi Anda hari ini.
InviCenter selalu hadir untuk membantu kamu mengeksplorasi perjalanan Invisalign melalui konsultasi di Klinik Invicenter Jakarta Selatan maupun BSD/Serpong, Tangerang.
Informasi selengkapnya Invisalign Center (Invicenter), hubungi Official Whatsapp kami dengan klik disini.
Referensi
- Duarte M, et al. Prevalence and symptoms of barodontalgia in aircrew: a systematic review. British Dental Journal. 2026;240:748–754.
- Zadik Y. Aviation dentistry: current concepts and practice. British Dental Journal. 2009;206:11–16.
- Zadik Y, Chapnik L, Goldstein L. In-flight barodontalgia: analysis of 29 cases in military aircrew. Aviation, Space, and Environmental Medicine. 2007;78:593–596.
- Pogal-Sussman-Gandia CB, Tabbaa S, Al-Jewair T. Effects of Invisalign® treatment on speech articulation. International Orthodontics. 2019;17:513–518.
- The effect of clear aligners on speech: a systematic review. European Journal of Orthodontics. 2022.
- Caruso S, et al. An evaluation of the Invisalign® Aligner Technique and consideration of the force system