FAKTA UNIK, GIGI RAPI TERNYATA MEMPENGARUHI PERFORMA PEMAIN SEPAK BOLA PROFESIONAL!
Ditulis oleh drg. Adelia Caryabudi, Invisalign Diamond Provider | Invicenter
Di lapangan, seorang pemain sepak bola dituntut untuk menjaga banyak hal sekaligus.
Stamina, kecepatan, konsentrasi, pola makan, sampai kondisi tubuh harus diperhatikan agar bisa tampil optimal.
Tapi ada satu bagian tubuh yang mungkin jarang kita hubungkan dengan performa seorang pemain: gigi dan kesehatan mulut.`
Kalau kita perhatikan pemain sepak bola profesional, senyum dengan susunan gigi yang rapi juga cukup sering menjadi bagian dari penampilan mereka.
Terutama ketika berada di depan kamera, melakukan wawancara, atau merayakan kemenangan.
Namun, apakah benar gigi yang semakin rapi berarti performa bermain juga semakin baik?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana itu.
Apakah Gigi yang Rapi Bisa Membuat Pemain Sepak Bola Bermain Lebih Baik?
Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mengatakan bahwa gigi yang lurus atau rapi secara langsung membuat seorang pemain menjadi lebih cepat, lebih kuat, atau lebih jago mencetak gol.
Yang lebih menarik justru adalah hubungan antara kesehatan mulut secara keseluruhan dengan kondisi seorang atlet.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 187 pemain sepak bola profesional di Inggris, para peneliti menemukan bahwa 37% pemain mengalami karies aktif, 53% mengalami erosi gigi, dan 5% mengalami penyakit periodontal sedang hingga berat.
Yang cukup menarik, 7% pemain mengatakan bahwa kondisi kesehatan mulut mereka berdampak pada latihan atau performa.
Artinya, masalahnya bukan sekadar apakah gigi terlihat lurus ketika seorang pemain tersenyum.
Rasa sakit, gangguan pada gigi atau gusi, maupun masalah kesehatan mulut lainnya dapat menjadi sesuatu yang mengganggu kenyamanan seorang atlet dalam menjalani aktivitasnya.
Dan bagi seseorang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk latihan, pertandingan, perjalanan, dan pemulihan, hal kecil seperti ini tentu tidak ideal untuk dibiarkan.
Pemain Profesional Pun Tidak Terlepas dari Masalah Gigi
Menariknya, kondisi tersebut bukan hanya ditemukan pada pemain sepak bola di Eropa.
Sebuah penelitian terhadap 70 pemain profesional yang mengikuti AFC Asian Cup 2023 di Qatar juga menemukan angka masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup tinggi.
Dalam pemeriksaan klinis tersebut, 85,7% pemain ditemukan memiliki karies, 82,9% mengalami gingivitis, dan 88,6% menunjukkan tanda erosi gigi.
Selain itu, 30% pemain memiliki riwayat trauma yang berkaitan dengan olahraga dan 21,4% menunjukkan gangguan pada sendi rahang atau TMJ.
Hal ini menjadi pengingat bahwa menjadi atlet profesional bukan berarti seseorang otomatis memiliki kesehatan gigi yang sempurna.
Justru karena aktivitas fisik, pola makan, konsumsi minuman tertentu, latihan intensif, hingga resiko benturan dapat menjadi bagian dari kehidupan seorang atlet, kesehatan gigi juga perlu mendapatkan perhatian.
Jadi, Apa Hubungannya dengan Performa?
Di sinilah kita perlu membedakan antara gigi yang rapi dan kesehatan mulut yang baik.
Keduanya memang dapat berjalan beriringan, tetapi bukan berarti satu hal otomatis menyebabkan hal lainnya.
Sebuah systematic review yang membahas kesehatan mulut atlet elite menemukan bahwa penyakit gigi dan jaringan pendukung gigi cukup sering ditemukan pada atlet.
Beberapa penelitian juga melaporkan adanya dampak kesehatan mulut terhadap latihan dan performa yang dirasakan oleh atlet.
Namun, penulis review tersebut juga menekankan bahwa bukti mengenai hubungan langsung antara kesehatan mulut dan performa olahraga masih terbatas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut dengan ukuran performa yang objektif.
Bahkan, penelitian yang lebih baru pada 39 pemain sepak bola profesional juga tidak menemukan korelasi kuat antara parameter kesehatan mulut dengan hari sakit atau cedera, jumlah pertandingan yang terlewat, maupun beberapa parameter performa fisik.
Jadi, kita tidak bisa mengatakan:
“Gigi lurus = performa lebih bagus.”
Yang lebih tepat adalah:
“Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu bagian dari kesehatan atlet yang tidak seharusnya diabaikan.”
Dan ini penting bukan hanya untuk pemain sepak bola.
Ketika Senyum Juga Menjadi Bagian dari Profesi
Ada satu sisi lain yang juga menarik.
Pemain sepak bola profesional bukan hanya bekerja di dalam lapangan. Mereka juga sering berada di depan kamera, melakukan wawancara, membuat konten, menghadiri acara, bertemu sponsor, hingga berinteraksi dengan penggemar.
Pada kondisi seperti ini, senyum tentu menjadi bagian dari komunikasi.
Bukan berarti seorang pemain harus memiliki gigi yang “sempurna” untuk menjadi profesional.
Tetapi ketika seseorang merasa lebih nyaman dengan senyumnya, berbicara dan tersenyum di depan orang lain juga bisa terasa lebih natural.
Karena itu, tidak sedikit orang dewasa yang mulai memperhatikan susunan giginya bukan karena mengalami masalah besar, tetapi karena merasa ada bagian kecil dari senyumnya yang ingin diperbaiki.
Dan di sinilah perawatan ortodonti seperti Invisalign mulai menjadi relevan.
Invisalign untuk Gigi yang Lebih Rapi Tanpa Behel Konvensional
Invisalign merupakan sistem clear aligner yang dirancang untuk membantu menggerakkan gigi secara bertahap berdasarkan rencana perawatan yang dibuat oleh dokter.
Salah satu perbedaannya dibandingkan behel konvensional adalah bentuknya yang transparan dan dapat dilepas ketika makan, minum, serta melakukan pembersihan gigi.
Perawatannya juga bukan sekadar membeli aligner lalu menggunakannya sendiri.
Invisalign merupakan doctor-directed treatment. Dokter melakukan pemeriksaan, membuat rencana perawatan, dan memantau perjalanan pergerakan gigi selama treatment.
Jadi, kalau seorang pemain sepak bola atau siapa pun ingin merapikan gigi, pertanyaannya bukan hanya:
“Pakai aligner apa?”
Tetapi juga:
“Apakah kondisi gigi saya memang membutuhkan perawatan ortodonti, dan seperti apa rencana perawatannya?”
Bagaimana Kalau Saya Ingin Tahu Gambaran Senyum Setelah Invisalign?
Ini justru salah satu bagian yang biasanya paling membuat pasien penasaran.
Sebelum memulai perawatan, pasien tentu ingin tahu:
“Kalau gigi saya dirapikan, nanti senyum saya akan terlihat seperti apa?”
Teknologi digital dalam perawatan Invisalign memungkinkan dokter membuat perencanaan pergerakan gigi secara digital.
Dengan ClinCheck, pergerakan gigi yang direncanakan dapat divisualisasikan sehingga pasien memiliki gambaran mengenai perjalanan treatment dari posisi awal menuju posisi yang direncanakan.
Di Invicenter (Invisalign Center), proses perawatan juga menggunakan pendekatan digital workflow, termasuk konsultasi, 3D scan, dan simulasi digital untuk membantu pasien memahami rencana perawatannya.
Kalau kamu masih penasaran dan ingin melihat gambaran awal perubahan senyum kamu, kamu bisa mulai dari simulasi senyum Invisalign.
Untuk kamu yang ingin cek simulasi senyum sekaligus konsultasi di Jakarta Selatan, kamu bisa mengakses:
Simulasi Senyum Invisalign, Jakarta Selatan
Sedangkan untuk kamu yang berada di BSD/Serpong, Tangerang, simulasi senyum dan konsultasi Invisalign juga tersedia:
Simulasi Senyum Invisalign, BSD/Serpong Tangerang
Perlu diingat, simulasi bukan berarti hasil akhirnya akan persis sama dengan visualisasi.
Hasil perawatan tetap dipengaruhi oleh kondisi gigi, struktur pendukung gigi, respons biologis tubuh, rencana perawatan, dan kepatuhan pasien selama menjalani treatment.
Jadi, anggap simulasi sebagai gambaran awal, bukan sebagai janji hasil akhir.
Berapa Harga Invisalign?
Setelah melihat kemungkinan perubahan senyum, biasanya muncul pertanyaan berikutnya:
“Kalau mau Invisalign, berapa biayanya?”
Ini pertanyaan yang sangat wajar.
Namun, biaya Invisalign memang tidak bisa disamaratakan untuk semua orang karena setiap kasus memiliki tingkat kompleksitas, jumlah aligner, serta durasi perawatan yang berbeda.
Menurut informasi resmi Invisalign Indonesia, biaya ditentukan antara lain oleh kompleksitas kasus, lama perawatan, serta dokter atau penyedia layanan Invisalign yang menangani pasien.
Jadi, kalau kamu sedang mencari harga Invisalign, sebaiknya jangan hanya membandingkan angka akhirnya.
Coba lihat juga apa saja yang termasuk dalam perawatan, bagaimana proses pemeriksaannya, bagaimana treatment plan dibuat, dan siapa dokter yang akan mendampingimu selama perawatan.
Kalau ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai biaya, kamu juga bisa melihat:
Jadi, Haruskah Pemain Sepak Bola Punya Gigi yang Sempurna?
Tidak.
Begitu juga dengan kita semua.
Gigi tidak harus terlihat seperti hasil editan foto untuk dikatakan sehat atau untuk membuat seseorang tampil percaya diri.
Yang lebih penting adalah memastikan kesehatan gigi dan mulut terjaga, masalah yang ada ditangani dengan tepat, dan bila seseorang ingin merapikan susunan giginya, perawatan dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan rencana yang sesuai.
Pada pemain sepak bola, kebutuhan tersebut mungkin terasa semakin relevan karena mereka memiliki rutinitas fisik yang intens, risiko trauma, pola makan dan hidrasi tertentu, serta tuntutan tampil di depan publik.
Jadi, bukan tentang “gigi rapi membuat pemain jago bermain.”
Lebih tepatnya, senyum yang sehat dan terawat merupakan bagian dari menjaga diri secara menyeluruh baik ketika berada di lapangan maupun ketika berada di depan kamera.
Dan bagi seseorang yang merasa susunan giginya masih ingin diperbaiki, Invisalign bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat dibicarakan bersama dokter.
Invisalign di Invicenter Jakarta Selatan dan BSD/Serpong
Invicenter atau Invisalign Center merupakan group klinik yang saat ini melayani perawatan Invisalign di Jakarta Selatan dan BSD City, Serpong, Tangerang.
Di Invicenter, perjalanan Invisalign dimulai dari konsultasi dan evaluasi kondisi gigi, dilanjutkan dengan digital scan dan perencanaan perawatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Invicenter juga tercatat sebagai Invisalign Diamond Provider.
Invisalign dikembangkan oleh Align Technology, perusahaan perangkat medis yang berkantor pusat di California, Amerika Serikat.
Namun, perawatan Invisalign tetap dilakukan oleh dokter gigi atau ortodontis yang terlatih Invisalign dan memiliki tanggung jawab klinis penuh terhadap diagnosis serta rencana perawatan pasien.
Jadi, yang paling penting bukan sekadar dari negara mana teknologinya berasal.
Yang lebih penting adalah bagaimana kondisi gigi kamu diperiksa, bagaimana pergerakannya direncanakan, dan bagaimana treatment tersebut dipantau oleh dokter.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan Invisalign dan ingin mulai dari langkah yang sederhana, kamu bisa melihat simulasi senyum terlebih dahulu.
Untuk informasi selengkapnya mengenai Invisalign Center (Invicenter) dan konsultasi Invisalign, kamu dapat menghubungi WhatsApp resmi InviCenter melalui:
Referensi:
- British Journal of Sports Medicine / UCL
- Oral Health of Elite Athletes and Association with Performance, British Journal of Sports Medicine.
- Dental health status of professional football players during Qatar 2023 AFC Asian Cup
- The Impact of Oral Health on the Number of Missing Matches and Physical Performance in Elite Male Soccer Players
- Invisalign Indonesia, FAQ & treatment information.