Sep 12, 2026

Napas Lewat Mulut pada Anak Bisa Ubah Bentuk Wajahnya? Ini Jawaban Dokter Gigi

Napas Lewat Mulut pada Anak Bisa Ubah Bentuk Wajahnya? Ini Jawaban Dokter Gigi

NAPAS LEWAT MULUT PADA ANAK BISA UBAH BENTUK WAJAHNYA? INI JAWABAN DOKTER GIGI.

Ditulis oleh: drg. Adelia Caryabudi, Invisalign Diamond Provider | Invicenter

 

Pernahkah Ayah atau Bunda memperhatikan si kecil tidur dengan mulut terbuka?

Atau mungkin anak sering terlihat bernapas lewat mulut saat bermain, menonton TV, bahkan ketika sedang santai?

Banyak orang tua menganggapnya sebagai kebiasaan kecil yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, kebiasaan bernapas lewat mulut yang berlangsung terus-menerus bisa menjadi tanda adanya masalah pada fungsi pernapasan yang perlu diperhatikan.

Yang menarik, kondisi ini juga berkaitan dengan perkembangan gigi, rahang, dan wajah anak.

Bukan berarti setiap anak yang bernapas lewat mulut pasti akan mengalami perubahan bentuk wajah. Tetapi penelitian menunjukkan adanya hubungan antara mouth breathing pada anak dengan beberapa perubahan pada struktur gigi dan wajah, termasuk rahang atas yang lebih sempit, pola pertumbuhan wajah yang lebih vertikal, dan meningkatnya risiko maloklusi.

Jadi, sebenarnya apa yang terjadi?


Mengapa Cara Bernapas Bisa Berhubungan dengan Pertumbuhan Wajah?

Wajah anak masih mengalami pertumbuhan dan perubahan selama masa kanak-kanak.

Saat bernapas secara normal melalui hidung, posisi bibir, lidah, rahang, dan otot-otot di sekitar mulut bekerja dalam keseimbangan tertentu.

Sebaliknya, ketika seorang anak terbiasa bernafas melalui mulut, posisi kepala, rahang, lidah, dan jaringan lunak di sekitar mulut dapat beradaptasi untuk mempertahankan jalan napas.

Masalahnya, mouth breathing pada anak sering kali bukan sekadar “kebiasaan”.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, misalnya hidung yang sering tersumbat, alergi, pembesaran adenoid atau tonsil, maupun masalah saluran pernapasan lainnya.

Karena itu, kita tidak seharusnya hanya menyuruh anak “tutup mulutnya”.

Yang lebih penting adalah mencari tahu:

Mengapa anak bernapas lewat mulut?


Apa yang Bisa Terjadi pada Gigi dan Rahang?

Salah satu penelitian systematic review dan meta-analysis yang cukup besar menemukan bahwa anak dengan mouth breathing menunjukkan beberapa perbedaan dibandingkan anak yang bernapas melalui hidung.

Di antaranya adalah kecenderungan:

  • rahang atas lebih sempit,
  • pola pertumbuhan wajah lebih vertikal,
  • rotasi rahang ke arah belakang dan bawah,
  • kecenderungan gigi depan atas lebih protrusif,
  • serta meningkatnya risiko maloklusi tertentu.

Penelitian yang lebih baru pada 2026 juga menemukan bahwa anak dan remaja dengan mouth breathing memiliki lebar lengkung gigi atas yang lebih sempit pada area tertentu, palatum yang lebih dalam di bagian posterior, serta prevalensi posterior crossbite yang lebih tinggi.

Jadi kalau Ayah atau Bunda melihat anak sering bernapas lewat mulut, kita tidak perlu langsung berpikir:

“Wajahnya nanti pasti berubah.”

Tetapi justru:

“Apakah ada sesuatu yang perlu diperiksa lebih lanjut?”

Itu jauh lebih tepat.


Tanda-Tanda yang Sering Tidak Disadari Orang Tua

Beberapa tanda yang bisa menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan antara lain:

  • tidur dengan mulut terbuka,
  • sering mendengkur,
  • hidung sering tersumbat,
  • bernapas melalui mulut saat beraktivitas,
  • gigi tumbuh berjejal,
  • rahang atas terlihat sempit,
  • crossbite atau gigitan yang tidak normal,
  • bibir sulit menutup dengan nyaman,
  • atau tidur yang terlihat tidak tenang.

Namun, tanda-tanda tersebut tidak otomatis berarti anak mengalami gangguan jalan napas atau membutuhkan perawatan ortodonti.

Justru pemeriksaan diperlukan untuk mencari tahu penyebabnya.

Dalam beberapa kasus, dokter gigi dapat bekerja sama dengan dokter anak, dokter THT, atau tenaga kesehatan lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.


Lalu, Apa Hubungannya dengan Invisalign?

Ini bagian yang sering disalahpahami.

Invisalign bukan alat untuk mengobati penyebab mouth breathing.

Kalau anak bernapas lewat mulut karena alergi, adenoid yang membesar, tonsil, atau sumbatan hidung, penyebab tersebut perlu ditangani sesuai kondisi medisnya.

Lalu dimana peran ortodonti?

Dokter ortodonti dapat mengevaluasi bagaimana kondisi gigi dan rahang berkembang serta apakah terdapat masalah seperti crowding, narrow dental arch, crossbite, atau maloklusi lain yang membutuhkan intervensi.

Pada anak yang masih tumbuh, salah satu pilihan perawatan yang tersedia adalah Invisalign First, yang memang dirancang untuk fase awal perawatan ortodonti pada anak dengan gigi campuran.

Tujuan Phase 1 bukan sekadar membuat gigi terlihat lebih rapi.

Perawatan dapat ditujukan untuk membantu mengembangkan lengkung gigi dan menyediakan ruang bagi gigi permanen yang sedang tumbuh, tergantung kebutuhan masing-masing anak.

Jadi, bila seorang anak memiliki rahang atas yang sempit dan masalah susunan gigi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan berbagai pilihan perawatan—termasuk Invisalign First pada kasus yang sesuai.

Tetapi tidak semua anak yang mouth breathing membutuhkan Invisalign.

Dan tidak semua anak yang membutuhkan perawatan ortodonti harus menggunakan Invisalign.

Diagnosis tetap menjadi langkah pertama.


Apakah Anak Harus Menunggu Sampai Giginya Berantakan?

Justru tidak.

American Association of Orthodontists merekomendasikan anak mendapatkan pemeriksaan ortodonti pertama paling lambat sekitar usia 7 tahun. Tujuannya bukan berarti semua anak usia 7 tahun harus memakai behel atau aligner.

Pada usia tersebut, dokter dapat melihat bagaimana gigi dan rahang sedang berkembang dan menentukan apakah diperlukan pemantauan atau intervensi lebih awal.

Beberapa masalah memang lebih mudah ditangani ketika anak masih dalam masa pertumbuhan.

Tetapi waktu terbaik untuk memulai perawatan berbeda pada setiap anak.

Ada anak yang cukup dipantau.

Ada yang membutuhkan Phase 1 treatment.

Ada yang baru membutuhkan perawatan ketika gigi permanennya lebih lengkap.

Dan ada pula yang tidak membutuhkan perawatan ortodonti sama sekali.


Kenapa Pemeriksaan Lebih Awal Bisa Membantu?

Saya sering mengatakan kepada orang tua:

“Kita tidak datang terlalu cepat. Kita hanya datang lebih awal untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.”

Pemeriksaan pada usia dini memungkinkan dokter melihat perkembangan gigi dan rahang sebelum masalah menjadi lebih kompleks.

Misalnya, apakah terdapat:

  • penyempitan lengkung rahang,
  • crowding,
  • crossbite,
  • masalah erupsi gigi permanen,
  • atau pola pertumbuhan yang perlu dipantau.

Jika memang membutuhkan intervensi, dokter kemudian dapat menentukan kapan waktu yang paling tepat dan jenis perawatan apa yang sesuai.

Bukan selalu berarti harus langsung dirawat.


Jadi, Apakah Napas Lewat Mulut Bisa Mengubah Wajah Anak?

Jawabannya: bisa berkaitan, tetapi tidak sesederhana itu.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara mouth breathing dan sejumlah perubahan pada perkembangan dentofasial anak. Namun, bukti yang tersedia masih didominasi oleh penelitian observasional dan memiliki variasi dalam cara mendefinisikan serta mengukur mouth breathing. Karena itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa mouth breathing sendirian pasti menyebabkan perubahan bentuk wajah tertentu.

Yang lebih tepat adalah melihat mouth breathing sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam tumbuh kembang anak.

Terutama jika disertai dengan tanda lain seperti mendengkur, hidung sering tersumbat, tidur tidak tenang, atau masalah perkembangan gigi dan rahang.


Apa yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua?

Kalau Ayah atau Bunda mulai memperhatikan anak sering tidur dengan mulut terbuka atau bernapas lewat mulut, jangan langsung panik.

Dan jangan pula langsung mencari aligner.

Mulailah dengan mencari penyebabnya.

Jika diperlukan, dokter gigi dapat mengevaluasi perkembangan gigi dan rahang, sementara dokter anak atau dokter THT dapat membantu mengevaluasi kondisi saluran pernapasan.

Jika terdapat masalah ortodonti yang membutuhkan intervensi, barulah dokter menentukan apakah observasi, alat ortodontik konvensional, Invisalign First, atau pilihan lainnya merupakan pendekatan yang paling sesuai.

Karena tujuan perawatan anak bukan hanya membuat giginya terlihat rapi.

Kita ingin membantu tumbuh kembangnya sebaik mungkin.

Di Invicenter, kami melayani konsultasi Invisalign untuk anak dan dewasa di Jakarta Selatan dan BSD Tangerang, dengan pemeriksaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Kalau Ayah dan Bunda penasaran apakah kondisi gigi si kecil perlu diperiksa lebih lanjut, langkah pertama bukan memilih alat.

Langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan.


Kesimpulan

Bernapas lewat mulut pada anak mungkin terlihat seperti kebiasaan kecil.

Tetapi jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini layak diperhatikan karena dapat berkaitan dengan perkembangan gigi, rahang, dan struktur wajah.

Yang terpenting, jangan langsung menyimpulkan bahwa mouth breathing pasti akan mengubah wajah anak.

Cari penyebabnya. Periksa perkembangannya. Dan bila memang ada masalah, tangani pada waktu yang tepat.

Karena dalam perawatan anak, sering kali bukan soal “seberapa cepat kita mulai”, tetapi “kapan waktu yang tepat untuk bertindak.”

Dan jika perawatan ortodonti memang diperlukan, Invisalign First merupakan salah satu pilihan yang tersedia untuk anak dalam masa tumbuh kembang tentu setelah dokter menentukan bahwa kasusnya sesuai.

 

 


Referensi

  1. Zhao Z, Zheng L, Huang X, et al. Effects of mouth breathing on facial skeletal development in children: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. 2021.
  2. Fraga WS, Seixas VM, Santos JC, Paranhos LR, César CP. Mouth breathing in children and its impact in dental malocclusion: a systematic review of observational studies. Minerva Stomatologica. 2018.
  3. Lekvijittada K, Uengkajornkul P, Changsiripun C. Dental arch dimension and palatal morphology in children and adolescents with mouth breathing: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. 2026.
  4. Mouth Breathing and Craniofacial Development in Children: A Systematic Narrative Review and Clinical Implications. 2026.
  5. American Association of Orthodontists. The Right Time: When Should Your Child See an Orthodontist?
  6. Invisalign. Invisalign First™.

Mulai Perjalanan Senyum Baru Anda Hari Ini.

Anda hanya berjarak satu konsultasi dari senyum yang membuat Anda lebih percaya diri dalam hidup.